Lompat ke konten
Beranda » News » Display Ads: Pengertian, Jenis dan Cara Mengukurnya

Display Ads: Pengertian, Jenis dan Cara Mengukurnya

    Apa Itu Display Ads?

    Ketika sedang berselancar di sebuah website, Anda tentu pernah melihat iklan banner yang berada di bagian halaman tersebut. Biasanya iklan itu terletak di bagian atas, samping, atau bahkan bawah pada halaman website. Itu merupakan salah satu contoh iklan display yang bisa Anda temui dalam keseharian.

    Lalu, apa itu display adsDisplay ads atau iklan display merupakan salah satu jenis iklan digital yang umumnya berupa gambar atau video. Iklan ini juga diberikan teks yang singkat dan menarik perhatian, biasanya mengarah pada landing page.

    Untuk lebih mudah memahaminya, iklan display merupakan jenis iklan yang menekankan pada aspek visual. Visual dari display advertising ini harus menarik agar dapat menjangkau audiens yang ditargetkan. Meski begitu, iklan display bisa berbentuk kombinasi dari gambar, video, maupun teks.

    Iklan yang juga sering disebut sebagai display marketing ini dapat Anda buat dalam berbagai bentuk serta ukuran. Hal ini membuatnya mudah disesuaikan dengan format platform yang akan Anda gunakan. Dengan begitu, tampilan iklan jadi lebih menarik dan optimal dalam meraih tujuan kampanye pemasaran.

    Jenis-jenis Display Ads

    Setelah memahami apa itu display ads, selanjutnya Anda perlu mengetahui apa saja jenis-jenisnya. Melansir dari accurate.id, iklan display terbagi atas dua kategori yaitu berdasarkan penempatan dan format.

    Iklan Display Berdasarkan Penempatan

    Berikut jenis-jenis iklan display berdasarkan penempatan beserta pengertiannya.

    Site-placed Ads

    Jenis yang pertama adalah site-placed ads atau site placement, yaitu iklan yang ditempatkan pada website tertentu. Anda dapat memilih website atau blog yang dirasa cocok untuk menempatkan iklan. Misalnya dari segi performa web, audiens yang mengunjunginya, atau topik yang dibahas.

    Personalized Ads

    Jenis yang kedua adalah personalized ads, yaitu jenis iklan display yang dibuat sesuai dengan target audience. Dalam jenis iklan ini, Anda perlu memahami profil audiens terlebih dahulu, terutama untuk demografi dan minat mereka. Dari data tersebut, Anda kemudian dapat membuat iklan yang sesuai.

    Contextually Targeted Ads

    Selanjutnya ada contextually targeted ads, yaitu iklan yang dibuat sesuai dengan konteks atau kriteria tertentu. Ada berbagai konteks dan kriteria yang bisa menjadi acuan bagi iklan display. Misalnya kata kunci, topik, bahasa yang digunakan, lokasi, riwayat pencarian, dan lain sebagainya.

    Anda dapat memilih konteks atau kriteria mana yang ingin disasar dengan lebih spesifik. Setelah itu, buatlah iklan display yang sesuai dengan konteks yang sudah ditentukan. Bukan hanya itu, Anda juga bisa mengecualikan kriteria mana yang tidak relevan dengan iklan agar lebih tepat sasaran.

    Remarketing Ads

    Jenis terakhir yang cukup sering digunakan oleh para digital marketer adalah remarketing ads. Iklan yang satu ini bertujuan untuk melakukan pemasaran ulang, yakni menjangkau audiens untuk yang kesekian kalinya. Seperti namanya, iklan ini diterapkan bukan hanya sekali namun berkali-kali.

    Remarketing ads dinilai efektif untuk menjangkau audiens dan menarik minat mereka karena dapat menyampaikan pesan berulang. Audiens akan lebih mengingat brand yang beberapa kali berinteraksi dengan mereka, dibanding yang hanya sekali saja. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan iklan yang satu ini untuk mendorong konsumen melakukan pembelian lagi.

    Iklan Display Berdasarkan Format

    Selain berdasarkan penempatan, iklan display juga terbagi berdasarkan format. Berikut jenis-jenis iklan display berdasarkan formatnya.

    Banner Ads

    Format yang pertama ada banner ads, salah satu jenis iklan display yang paling sering digunakan. Iklan banner ini memiliki dua bentuk, static dan animated. Bentuk static biasanya hanya terdiri dari gambar dan teks, sedangkan animated berbentuk gambar yang bergerak.

    Video Ads

    Selanjutnya ada format iklan video ads, yaitu iklan yang berbentuk video. Format iklan yang satu ini bisa Anda temui di berbagai situs streaming. Biasanya sebelum memulai video streaming yang ingin ditonton, akan muncul iklan selama beberapa detik terlebih dahulu.

    Interstitial Ads

    Jenis iklan yang selanjutnya adalah interstitial ads, yaitu iklan pada aplikasi tertentu. Anda tentu pernah menggunakan sebuah aplikasi atau permainan di ponsel pintar, lalu muncul iklan baik berbentuk gambar atau video. Iklan interstitial ini biasanya muncul di aplikasi dengan versi gratis, serta saat Anda butuh menambah poin atau koin.

    Interactive Ads

    Selanjutnya ada yang disebut dengan interactive ads, atau iklan interaktif. Sesuai dengan namanya, jenis iklan yang satu ini bersifat interaktif dengan audiens. Biasanya ada fitur tertentu untuk menjalin interaksi dengan audiens, misalnya pengisian polling atau ajakan untuk mengisi formulir.

    Rich Media Ads

    Jenis yang terakhir adalah rich media ads, yaitu iklan yang memiliki format serta fitur selain gambar dan video. Misalnya dengan mencantumkan fitur polling, countdown atau hitung mundur, serta melakukan siaran langsung. Iklan rich media ini juga bisa Anda kombinasikan dengan iklan interaktif untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif.

    Cara Mengukur Kinerja Display Ads

    Untuk mengetahui bagaimana performa iklan display, Anda bisa mengukurnya dengan mudah. Ada beberapa metrik yang dapat Anda manfaatkan untuk mengukur kinerja display ads. Simak metrik pengukuran iklan display berikut ini.

    Impression

    Metrik yang pertama adalah impression, yaitu jumlah tayang iklan yang Anda pasang. Dengan menggunakan metrik ini, Anda bisa mengetahui seberapa banyak iklan tayang pada website tertentu. Tak hanya itu, Anda juga dapat mengetahui jumlah tayang iklan tersebut secara keseluruhan.

    Reach

    Selanjutnya ada metrik pengukuran menggunakan reach, yaitu seberapa banyak iklan menjangkau audiens. Secara sekilas, metrik ini mirip dengan impression. Namun dengan reach, Anda mengetahui seberapa banyak audiens yang memang melihat iklan tersebut.

    Sedangkan data impression hanya menampilkan seberapa banyak iklan tersebut tayang, entah apakah audiens melihatnya atau tidak. Metrik pengukuran menggunakan reach cocok digunakan bagi Anda yang ingin mengetahui berapa banyak audiens telah melihat iklan yang ditayangkan.

    Conversion Rate

    Anda juga dapat mengukur jumlah konversi dari iklan display menggunakan conversion rate. Secara umum, conversion rate akan mengukur berapa banyak orang yang melakukan konversi atau tindakan tertentu. Misalnya berapa banyak orang yang mengunjungi landing page setelah mengklik iklan display yang Anda pasang.

    Click Through Rate (CTR)

    Jika Anda ingin mengetahui berapa banyak orang yang mengklik iklan dari total tayang, Anda bisa mengukurnya melalui CTR atau click-through-rate. Melalui metrik pengukuran ini, Anda bisa mengetahui apakah iklan yang dipasang sudah dapat menarik orang untuk mengkliknya.

    Kalau angkanya masih kecil, mungkin iklan tersebut masih kurang menarik sehingga tidak banyak orang yang mengkliknya. Namun jika angka CTR tinggi, Anda bisa menyimpulkan kalau iklan yang dipasang sudah optimal.

    Display Ads Versus Native Ads

    Membicarakan iklan display kurang lengkap tanpa membahas tentang jenis iklan lain, seperti native ads. Native ads atau iklan native bisa dikatakan sebagai bentuk iklan yang sangat kebalikan dengan iklan display. Iklan native merupakan jenis iklan yang bentuknya natural dan dapat mengikuti dengan platform.

    Misalnya ketika Anda sedang menelusuri sebuah platform media sosial, Anda akan menemukan sebuah postingan dengan keterangan bersponsor. Kalau dilihat sekilas, postingan tersebut tidak terlalu berbeda dengan postingan lain. Namun ternyata, postingan tersebut adalah bentuk iklan native yang menyesuaikan format serta desain media sosial.

    Contoh native ads yang selanjutnya adalah ketika Anda sedang menelusuri mesin pencarian. Saat mengetikkan kata kunci di kolom pencarian, Anda akan mendapatkan hasil penelusuran dalam beberapa detik. Biasanya pada bagian atas hasil pencarian, ada beberapa dengan keterangan iklan atau bersponsor yang merupakan iklan native.

    Jadi intinya, native ads merupakan iklan yang dibuat dengan menyesuaikan platform dan membuatnya seperti konten organik. Baik dari segi desain, font, tata letak, visual, dan lain sebagainya. Hal ini membuat audiens sering kali tidak menyadari kalau apa yang mereka lihat adalah sebuah iklan.

    Jika iklan display mengunggulkan aspek visual yang menonjol, maka iklan native lebih pada penyesuaian agar tampilan lebih natural. Masing-masing jenis iklan ini tentunya memiliki keunggulan serta kelemahannya masing-masing. Anda dapat menyesuaikan jenis iklan mana yang ingin dipasang sesuai dengan kebutuhan.

    Kelebihan Display Ads

    Meskipun terdapat berbagai jenis iklan lainnya, display ads tetap menjadi salah satu pilihan dalam penerapan digital campaign. Hal ini karena iklan display memiliki berbagai kelebihan yang dapat membantu kampanye secara optimal.

    Berikut beberapa kelebihan display ads yang bisa Anda manfaatkan untuk kegiatan pemasaran.

    Bentuk Menarik dan Variatif

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, iklan display memiliki berbagai bentuk dan format yang bisa Anda optimalkan. Hal ini membuatnya terlihat lebih menarik dan variatif, sehingga audiens pun tidak mudah bosan. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menarik perhatian audiens dan memaksimalkan promosi.

    Mudah untuk Diukur

    Ketika memasang sebuah iklan, Anda tentu ingin tahu apakah iklan tersebut sudah efektif atau belum. Kelebihan iklan display yang selanjutnya adalah mudah diukur, dimana Anda bisa menggunakan berbagai metrik seperti yang dijelaskan sebelumnya. Dengan begitu, Anda bisa meninjau apakah iklan yang dipasang sudah maksimal atau masih perlu dilakukan perbaikan.

    Menjangkau Audiens Lebih Luas

    Kelebihan terakhir yang tak kalah pentingnya adalah dapat menjangkau audiens dengan lebih luas. Seperti yang telah kita bahas, iklan display dapat diletakkan di berbagai tempat dalam banyak bentuk dan format. Ini berarti iklan yang Anda pasang bisa menjangkau audiens dengan lebih luas.

    × Ada Yang Bisa Kami Bantu?